Mungkin bagi anda yang menyaksikan pertandingan semifinal liga Champions kemarin akan terkejut dengan hasilnya. Ya, Chelsea team yang di favorite-kan dan dijagokan oleh para pemirsa sepak bola tanah air, khususnya pendukung setia Chelsea harus merelakan tim tersebut duduk dibangku pesakitan karena kalah 1 - 3 saat menjamu Atletico Madrid di Stadium Stamford Bridge.
Pada prediksi Chelsea vs Atletico Madrid yang lalu, akan sangat sulit untuk memutuskan bahwa tim the blues harus menunggu di bangku penonton final liga champions antara Real Madrid vs Atletico Madrid nanti. Anak buah Jose Mourinho sendiri juga telah memperlihatkan tekanan namun harus terus kehilangan bola karena di dominasi oleh permainan Atletico Madrid. Strategi yang diterapkan oleh pelatih Atletico, Diego Simeone terbukti berhasil mengacau pola permainan yang disusun sedemikian rupa oleh Jose Mourinho.
Pertandingan leg pertama, Atletico Madrid mampu menahan imbang Chelsea di markas besar mereka, Vicente Calderon. Namun apa yang tidak diketahui oleh tim biru adalah, kedatangan tim tamu kali ini bukan untuk bermain imbang, melainkan mencuri gol agregat yang masih 0 - 0. Muncul kebobolan di babak pertama oleh gol yang di cetak Fernando Torres, Adrian Lopez menyamakan kedudukan 1 - 1 hingga turun minum.
Misi Atletico Madrid untuk merebut tiket final champions tampaknya terlihat pada babak kedua. Jose Mourinho menurunkan 6 bek sebagai lini pertahanan dalam menghalau serangan Atletico. Namun sepertinya hal itu tidak lah cukup dalam menahan Atletico untuk menambah gol. Samuel Eto'o yang diturunkan oleh Jose menjadi senjata makan tuan, striker tersebut menyebabkan "kecelakaan" yang mengakibatkan Atletico unggul berkat tendangan pinalti yang di eksekusi oleh Diego Cota.
Dengan perkiraan terakhir dimana Chelsea kalah 2 - 1 saat menjamu Atletico Madrid. Pemain Turki, Arda Turan kembali menambah keunggulan tim nya dengan mengubah kedudukan menjadi 3 - 1 untuk Atletico Madrid yang akan berhadapaan dengan Real Madrid di partai final liga champions, Lisbon, Portugal. Tampaknya Atletico Madrid mengubah adat kebiasaan dimana Chelsea biasanya yang berhadapan dengan tim-tim eropa asal spanyol pada final liga Champions.
Rabu, 30 April 2014
Prediksi Chelsea vs Atletico Madrid - 1 Mei 2014
Pada minggu minggu terakhir Liga Champions, terutama pada pertandingan semifinal yang saat ini sedang hangat-hangat nya di perbincangkan yakni Chelsea vs Atletico Madrid. Jose Mourinho selaku pelatih tim biru mendapat banyak pujian dan kritik dari pendukung dan penggila bola. Hal ini tidak lain dikarenakan Mourinho menggunakan strategi yang terbilang tidak lazim seperti yang biasa ia jalankan di pertandingan sebelumnya.
Strategi yang mengutamakan pertahanan yang cukup sukses saat menjamu Liverpool dengan kemenangan 2 - 0 dan menahan imbang tanpa gol saat pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Walau menahan imbang saat dijamu Atletico Madrid di leg pertama semifinal, hal ini justru merugikan Chelsea di leg kedua semifinal Champions nanti. Jika pada saat itu Chelsea mampu mencetak gol maka beban tim biru akan lebih ringan saat menjamu Atletico Madrid di Stamford Bridge.
Keinginan untuk melenggang sukses ke final liga champion tampaknya akan menjadi kesulitan tersendiri bagi Chelsea. Bahkan Jose Mourinho sendiri mengakui kekuatan Atletico Madrid, terbukti mereka sanggup menahan pergerakan Chelsea di leg pertama. Jika pada pertandingan Kamis dini hari nanti, Chelsea tidak sanggup menampilkan pertandingan yang spektakuler, bukan tidak mungkin jika di laga final nanti, Real Madrid yang akan keluar sebagai juara Liga Champions.
Sedangkan untuk Atletico Madrid, melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge merupakan tekanan luar biasa. Dengan permainan yang bisa terbilang "beruntung" di leg pertama, Atletico harus berjuang sampai titik darah penghabisan jika ingin melaju ke final. Debat keras terjadi di lingkungan redaksi Tebak Bola yang dimana, tidak mungkin Atletico Madrid mampu melawan kekuatan besar dan ambisi keras Chelsea untuk menjadi juara Liga Champions.
Bagaimana dengan pendapat anda sebagai pendukung Chelsea dan Atletico Madrid? Apakah Chelsea akan sukses pada pertandingan dini hari nanti atau mungkin Atletico Madrid yang justru melaju ke babak final? Siapapun yang memenangi semifinal ini, harus bersiap siap untuk melawan tim putih asal Spanyol, Real Madrid. Untuk prediksi score sendiri, Chelsea memiliki kemungkinan unggul atas Atletico Madrid dengan skor 2 - 0.
Strategi yang mengutamakan pertahanan yang cukup sukses saat menjamu Liverpool dengan kemenangan 2 - 0 dan menahan imbang tanpa gol saat pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Walau menahan imbang saat dijamu Atletico Madrid di leg pertama semifinal, hal ini justru merugikan Chelsea di leg kedua semifinal Champions nanti. Jika pada saat itu Chelsea mampu mencetak gol maka beban tim biru akan lebih ringan saat menjamu Atletico Madrid di Stamford Bridge.
Keinginan untuk melenggang sukses ke final liga champion tampaknya akan menjadi kesulitan tersendiri bagi Chelsea. Bahkan Jose Mourinho sendiri mengakui kekuatan Atletico Madrid, terbukti mereka sanggup menahan pergerakan Chelsea di leg pertama. Jika pada pertandingan Kamis dini hari nanti, Chelsea tidak sanggup menampilkan pertandingan yang spektakuler, bukan tidak mungkin jika di laga final nanti, Real Madrid yang akan keluar sebagai juara Liga Champions.
Sedangkan untuk Atletico Madrid, melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge merupakan tekanan luar biasa. Dengan permainan yang bisa terbilang "beruntung" di leg pertama, Atletico harus berjuang sampai titik darah penghabisan jika ingin melaju ke final. Debat keras terjadi di lingkungan redaksi Tebak Bola yang dimana, tidak mungkin Atletico Madrid mampu melawan kekuatan besar dan ambisi keras Chelsea untuk menjadi juara Liga Champions.
Bagaimana dengan pendapat anda sebagai pendukung Chelsea dan Atletico Madrid? Apakah Chelsea akan sukses pada pertandingan dini hari nanti atau mungkin Atletico Madrid yang justru melaju ke babak final? Siapapun yang memenangi semifinal ini, harus bersiap siap untuk melawan tim putih asal Spanyol, Real Madrid. Untuk prediksi score sendiri, Chelsea memiliki kemungkinan unggul atas Atletico Madrid dengan skor 2 - 0.
Bayern Munich Kalah 4 - 0 Kontra Madrid, Salah Siapa?
Dibalik kalahnya Bayern Munich vs Real Madrid memang patut di pertanyakan. Tim terkuat daratan eropa asal Jerman yang biasa dikenal dengan Die Rotten harus bertekuk lutut di Allianz Arena, markas besarnya sendiri saat menjamu Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions. Tertinggal 4 - 0 dengan agregat poin 5 - 0, kekalahan ini merupakan kegagalan terparah sepanjang sejarah Bayern Munchen di liga tim-tim papan atas dan terkuat di Eropa ini.
Seperti diberitakan, Philip Lahm, kapten kesebelasan Bayern Munich mengaku kecewa atas penampilan timnya pada Rabu dini hari, 30 April 2014. Kalahnya tim yang dipimpin olehnya menyebabkan kegagalan bagi Bayern Munich untuk melaju ke babak final Liga Champions nanti. Saat itu, tim merah memang sedang tertinggal agregat poin sebanyak 1 - 0 saat semifinal Munich vs Real Madrid leg pertama. Tetapi dengan lenggangnya pengawasan lini pertahanan, menyebabkan Real Madrid dengan cepat membobol gawang Manuel Neuer. Sergio Ramos tampil memukau dengan sundulan kepalanya yang membuat Madrid unggul 2 - 0 dimenit-menit pertama.
Lalu bagaimana dengan tanggapan Pep Guardiola, mantan pelatih tim Barcelona?
Tanpa mencari kambing hitam atas kekalahan tim asuhannya itu, Guardiola mengaku telah berbuat kesalahan fatal. Dengan ball possession yang memang dipegang Bayern Munich semenjak awal pertandingan, nampaknya hal itu tidak berarti apa-apa jika memang tidak tercipta nya peluang. Pertahanan Real Madrid memang sangat baik pada semifinal Liga Champions leg ke dua tersebut. Apa yang dilakukan Guardiola lewat timnya saat menjamu Manchester United dan Arsenal memang tidak bisa diulangi pada saat melawan Real Madrid. Ini adalah kesalahan fatal yang telah dilakukan, terlebih lagi Pep Guardiola mengaku sempat gentar melawan Real Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions.
Seperti diberitakan, Philip Lahm, kapten kesebelasan Bayern Munich mengaku kecewa atas penampilan timnya pada Rabu dini hari, 30 April 2014. Kalahnya tim yang dipimpin olehnya menyebabkan kegagalan bagi Bayern Munich untuk melaju ke babak final Liga Champions nanti. Saat itu, tim merah memang sedang tertinggal agregat poin sebanyak 1 - 0 saat semifinal Munich vs Real Madrid leg pertama. Tetapi dengan lenggangnya pengawasan lini pertahanan, menyebabkan Real Madrid dengan cepat membobol gawang Manuel Neuer. Sergio Ramos tampil memukau dengan sundulan kepalanya yang membuat Madrid unggul 2 - 0 dimenit-menit pertama.
Lalu bagaimana dengan tanggapan Pep Guardiola, mantan pelatih tim Barcelona?
Tanpa mencari kambing hitam atas kekalahan tim asuhannya itu, Guardiola mengaku telah berbuat kesalahan fatal. Dengan ball possession yang memang dipegang Bayern Munich semenjak awal pertandingan, nampaknya hal itu tidak berarti apa-apa jika memang tidak tercipta nya peluang. Pertahanan Real Madrid memang sangat baik pada semifinal Liga Champions leg ke dua tersebut. Apa yang dilakukan Guardiola lewat timnya saat menjamu Manchester United dan Arsenal memang tidak bisa diulangi pada saat melawan Real Madrid. Ini adalah kesalahan fatal yang telah dilakukan, terlebih lagi Pep Guardiola mengaku sempat gentar melawan Real Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions.
Real Madrid Dipastikan Menjadi Juara Liga Champions
Bukan main apa yang di tunjukan squad Real Madrid pada hari Rabu, 29 April 2014 dini hari tadi. Selain menekan Bayern Munich dikandangnya sendiri, mereka juga menetapkan posisinya untuk bertanding di Final Liga Champions. Ketinggalan 3 - 0 di babak pertama, Bayern Munich tampaknya harus sadar bahwa untuk lolos ke babak final adalah hal yang mustahil. Terlebih lagi, tekanan demi tekanan terus di lancarkan oleh Madrid yang saat itu sudah di atas angin.
Pada saat pembukaan pertandingan bola di markas besar Bayern Munich, Allianz Arena. Squad merah yang saat itu sudah tertinggal secara agregat harus berusaha menggedor pertahanan Madrid. Bermain di kandang sendiri, tim Munich menjanjikan keluar sebagai pemenang dan mengejar ketinggalan angka kepada para pendukung Bayern Munchen. Pada awal pertandingan, Pep Guardiola secara seksama mengatur strategi agresif dengan cara mengepung squad Real Madrid dan melancarkan serangan melalui kedua sisi sayap.
Pada menit ke 5, melalui strategi yang sudah dilatih dengan keras, tim Bayern Munchen melihat adanya kesempatan untuk mencetak angka. Philip Lahm lah yang pertama kali melihat kesempatan itu. Melalui sisi kanan sayap, ia melepaskan umpan mendatar namun masih bisa ditahan oleh pemain bertahan. Dari sisi Real Madrid, jika saja Gareth Bale berhasil memasukan bola melalui tendangannya, dipastikan Madrid keluar menang 5 - 0. Namun sayang tendangannya jauh terbuang melewati gawang.
Pada menit ke 16, tendangan sudut yang di eksekusi oleh Modrid, di manfaatkan oleh Sergio Ramos yang tidak terkawal di kotal pinalti Bayern. Arah sundulan bola sangat tajam ke sisi kiri gawang dan tidak bisa dihalau oleh Manuel Neuer sehingga kedudukan menjadi 1 - 0 untuk Real Madrid. Lagi-lagi Sergio Ramos, di menit ke 19, Ia kembali menembus gawang Bayern Munchen dengan sundulan kepalanya. Kedudukan menjadi 2 - 0 ini tidak lain juga berkat peran Di Maria yang memberi umpan bola untuk Sergio Ramos.
Tertinggal, Munich langsung melakukan serangan besar besaran. Di menit ke 25, Ribery dengan cermat melepaskan tendangan ke gawang Casillas. Namun tendangnya terbuang kiri dan jauh dari sasaran yang dimaksud. Karena asik membangun serangan dan memberi tekanan, Bayern terkena getahnya dari serangan balik yang di lancarkan Cristiano Ronaldo. Tepat di menit ke 34, Ronaldo dan Gareth Bale menusuk jauh ke pertahanan Bayern yang tertinggal. Bola yang saat itu berada di Bale, dengan umpan mendatar yang diterima, Ronaldo langsung menambah keunggulan menjadi 3 - 0 lewat tendangannya.
Menariknya, pertandingan berlangsung alot sampai akhir turun minum babak pertama. Pada babak kedua, Martinez dimainkan oleh Guardiola dan hal ini sangat berpengaruh pada lini pertahanan tengah. Bayern yang terus mengejar ketinggalan memang terbantu berkat pertahanan tengah yang kuat. Pada pertengahan babak kedua, Bayern mengganti Mueller dengan Mario Goetze. Hal ini juga jauh menambah kekuatan serangan Bayern.
Tetapi permainan yang diberikan Bayern menjadi sia-sia. Tiket final sudah dipastikan tidak berada di tangan Bayern Munchen disebabkan gol yang dicetak Cristiano Ronaldo pada menit ke 90. Melalui tendangan bebas yang sedikit lagi menyentuh area kotak pinalti, Ronaldo justru melepaskan tendangan mendatar yang mengecoh permain bertahan sekaligus kiper Bayern Munich, Manuel Neuer. Pertandingan selesai dengan skor 4 - 0 dan agregat 5 - 0.
Dengan hasil ini, Real Madrid akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal Chelsea melawan Atletico Madrid yang akan berlangsung besok pada hari Kamis dini hari, tanggal 1 Mei 2014 jam 1.45 WIB.
Pada saat pembukaan pertandingan bola di markas besar Bayern Munich, Allianz Arena. Squad merah yang saat itu sudah tertinggal secara agregat harus berusaha menggedor pertahanan Madrid. Bermain di kandang sendiri, tim Munich menjanjikan keluar sebagai pemenang dan mengejar ketinggalan angka kepada para pendukung Bayern Munchen. Pada awal pertandingan, Pep Guardiola secara seksama mengatur strategi agresif dengan cara mengepung squad Real Madrid dan melancarkan serangan melalui kedua sisi sayap.
Pada menit ke 5, melalui strategi yang sudah dilatih dengan keras, tim Bayern Munchen melihat adanya kesempatan untuk mencetak angka. Philip Lahm lah yang pertama kali melihat kesempatan itu. Melalui sisi kanan sayap, ia melepaskan umpan mendatar namun masih bisa ditahan oleh pemain bertahan. Dari sisi Real Madrid, jika saja Gareth Bale berhasil memasukan bola melalui tendangannya, dipastikan Madrid keluar menang 5 - 0. Namun sayang tendangannya jauh terbuang melewati gawang.
Pada menit ke 16, tendangan sudut yang di eksekusi oleh Modrid, di manfaatkan oleh Sergio Ramos yang tidak terkawal di kotal pinalti Bayern. Arah sundulan bola sangat tajam ke sisi kiri gawang dan tidak bisa dihalau oleh Manuel Neuer sehingga kedudukan menjadi 1 - 0 untuk Real Madrid. Lagi-lagi Sergio Ramos, di menit ke 19, Ia kembali menembus gawang Bayern Munchen dengan sundulan kepalanya. Kedudukan menjadi 2 - 0 ini tidak lain juga berkat peran Di Maria yang memberi umpan bola untuk Sergio Ramos.
Tertinggal, Munich langsung melakukan serangan besar besaran. Di menit ke 25, Ribery dengan cermat melepaskan tendangan ke gawang Casillas. Namun tendangnya terbuang kiri dan jauh dari sasaran yang dimaksud. Karena asik membangun serangan dan memberi tekanan, Bayern terkena getahnya dari serangan balik yang di lancarkan Cristiano Ronaldo. Tepat di menit ke 34, Ronaldo dan Gareth Bale menusuk jauh ke pertahanan Bayern yang tertinggal. Bola yang saat itu berada di Bale, dengan umpan mendatar yang diterima, Ronaldo langsung menambah keunggulan menjadi 3 - 0 lewat tendangannya.
Menariknya, pertandingan berlangsung alot sampai akhir turun minum babak pertama. Pada babak kedua, Martinez dimainkan oleh Guardiola dan hal ini sangat berpengaruh pada lini pertahanan tengah. Bayern yang terus mengejar ketinggalan memang terbantu berkat pertahanan tengah yang kuat. Pada pertengahan babak kedua, Bayern mengganti Mueller dengan Mario Goetze. Hal ini juga jauh menambah kekuatan serangan Bayern.
Tetapi permainan yang diberikan Bayern menjadi sia-sia. Tiket final sudah dipastikan tidak berada di tangan Bayern Munchen disebabkan gol yang dicetak Cristiano Ronaldo pada menit ke 90. Melalui tendangan bebas yang sedikit lagi menyentuh area kotak pinalti, Ronaldo justru melepaskan tendangan mendatar yang mengecoh permain bertahan sekaligus kiper Bayern Munich, Manuel Neuer. Pertandingan selesai dengan skor 4 - 0 dan agregat 5 - 0.
Dengan hasil ini, Real Madrid akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal Chelsea melawan Atletico Madrid yang akan berlangsung besok pada hari Kamis dini hari, tanggal 1 Mei 2014 jam 1.45 WIB.
Selasa, 29 April 2014
Francesca Chillemi
Francesca Chillemi lahir pada 25 Juli 1985 di 'Barcellona Pozzo di Gotto', Francescaadalah penyandang Miss Italia pada 2003.
Pada tahun yang sama 2003, Francesca dipilih sebagai miss Italia, Francescamemenangkan ratu kecantikan itu dia baru berusia 18 tahun. Menerima sebuah mahkota dari Claudia Cardinale. Setelah kemenangan itu dia memulai bekerja di televisi, berpartisipasi dalam serial televisi empat musim sebagai dokter dalam sebuah keluarga dan bekerja pada salah satu televisi broadcast dari Rai Uno antara lain "I recommended" dan "go to Italy", dan menjadi bintang televisi sebagai Carabinieri di ‘Police Officers’ dan Gente di mare di ‘People of the Sea’.
Pada 2007 Francesca bergabung mengisi acara serial televisi di Channel 5, Carabinieri, yang mengambil peran dalam "Laura Flestero", dan berlangsung hingga tahun berikutnya.
Oleh karena sebuah trend pada era 60'an oleh George Best, pekerjaan paling populer dari seorang WAG saat ini adalah menjadi ‘beauty queen’ Miss Italy 2003, hingga Francesca Chillemi bergabung dengan Aída Yéspica, Vincenza Cacace, Elisabetta Gregoraci dan Giorgia Palmas dalam kerajaan kompetisi goodlookingness.
Usaha Francesca telah dia kerahkan bukan hanya demi mahkota dan tongkat lambang kekuasaan, namun juga kasih sayang dari Cagliari Calcio’s Vincenzo Marruocco dan khususnya kelancangan mulut gelandang Roma, Alberto Aquilani.
Nama Lengkap : Francesca Chillemi
Tempat Lahir : Barcellona Pozzo di Gotto
Tanggal Lahir : 1985-07-25
[flagallery gid=2]
Pada tahun yang sama 2003, Francesca dipilih sebagai miss Italia, Francescamemenangkan ratu kecantikan itu dia baru berusia 18 tahun. Menerima sebuah mahkota dari Claudia Cardinale. Setelah kemenangan itu dia memulai bekerja di televisi, berpartisipasi dalam serial televisi empat musim sebagai dokter dalam sebuah keluarga dan bekerja pada salah satu televisi broadcast dari Rai Uno antara lain "I recommended" dan "go to Italy", dan menjadi bintang televisi sebagai Carabinieri di ‘Police Officers’ dan Gente di mare di ‘People of the Sea’.
Pada 2007 Francesca bergabung mengisi acara serial televisi di Channel 5, Carabinieri, yang mengambil peran dalam "Laura Flestero", dan berlangsung hingga tahun berikutnya.
Oleh karena sebuah trend pada era 60'an oleh George Best, pekerjaan paling populer dari seorang WAG saat ini adalah menjadi ‘beauty queen’ Miss Italy 2003, hingga Francesca Chillemi bergabung dengan Aída Yéspica, Vincenza Cacace, Elisabetta Gregoraci dan Giorgia Palmas dalam kerajaan kompetisi goodlookingness.
Usaha Francesca telah dia kerahkan bukan hanya demi mahkota dan tongkat lambang kekuasaan, namun juga kasih sayang dari Cagliari Calcio’s Vincenzo Marruocco dan khususnya kelancangan mulut gelandang Roma, Alberto Aquilani.
Nama Lengkap : Francesca Chillemi
Tempat Lahir : Barcellona Pozzo di Gotto
Tanggal Lahir : 1985-07-25
[flagallery gid=2]
Jennifer Bachdim
Jennifer Jasmin Kurniawan nama lengkap wanita ini lahir pada 6 April 1987 di Kinettlingen, Jerman, namun dia lebih sering dipanggil dengan nama Jenny. Saat ini Jenny Tinggal di Jerman dan menekuni karirnya sebagai seorang model. Jenny memiliki darah Indonesia dari Ayahnya dan darah Jerman dari Ibunya.
Jenny mungkin akan menjadi seorang WAGS pertama bagi Indonesia, karena selama ini belum pernah ada. Pertemuan Jenny dengan Irfan Bachdim mungkin karena sebuah kebetulan, karena saat itu Jenny sedang mengantarkan adiknya yang bernama Kim Jeffrey Kurniawan untuk mengikuti proses naturalisasi pemain timnas Indonesia seperti yang dilakukan Irfan Bachdim. Mereka bertemu beberapa bulan lalu dan masih di tahun 2010, mereka bertemu di Hotel Sultan.
Meskipun mereka jarang bertemu, namun komunikasi antara mereka berdua seperti tidak pernah putus, melalui akun twitter pun mereka saling melepas rindu.
Nama Lengkap : Jennifer Jasmin Kurniawan
Tempat Lahir : Kinettlingen, Jerman
Tanggal Lahir : 1987-04-06
Kebangsaan : Jerman
[flagallery gid=3]
Jenny mungkin akan menjadi seorang WAGS pertama bagi Indonesia, karena selama ini belum pernah ada. Pertemuan Jenny dengan Irfan Bachdim mungkin karena sebuah kebetulan, karena saat itu Jenny sedang mengantarkan adiknya yang bernama Kim Jeffrey Kurniawan untuk mengikuti proses naturalisasi pemain timnas Indonesia seperti yang dilakukan Irfan Bachdim. Mereka bertemu beberapa bulan lalu dan masih di tahun 2010, mereka bertemu di Hotel Sultan.
Meskipun mereka jarang bertemu, namun komunikasi antara mereka berdua seperti tidak pernah putus, melalui akun twitter pun mereka saling melepas rindu.
Nama Lengkap : Jennifer Jasmin Kurniawan
Tempat Lahir : Kinettlingen, Jerman
Tanggal Lahir : 1987-04-06
Kebangsaan : Jerman
[flagallery gid=3]
Irina Shayk
Irina Shaykhlislamova atau yang lebih sering dikenal dengan nama Irina Shaykadalah seorang darah cantik kelahiran 6 Januari 1986 di Yemanzhelinsk, Russia merupakan salah satu pasangan dari pemain sepak bola ternama dari Portugal,Cristiano Ronaldo.
Wanita cantik yang memiliki mata hijau ini memiliki profesi sebagai seorang Model. Selain itu wanit kelahiran 6 Januari 1986 ini kerap kali menjadi salah satu model panas dalam majalah dewasa dan model pakaian dalam.
Nama Lengkap : Irina Shaykhlislamova
Tempat Lahir : Yemanzhelinsk
Tanggal Lahir : 1986-01-06
Kebangsaan : Russia
[flagallery gid=4]
Wanita cantik yang memiliki mata hijau ini memiliki profesi sebagai seorang Model. Selain itu wanit kelahiran 6 Januari 1986 ini kerap kali menjadi salah satu model panas dalam majalah dewasa dan model pakaian dalam.
Nama Lengkap : Irina Shaykhlislamova
Tempat Lahir : Yemanzhelinsk
Tanggal Lahir : 1986-01-06
Kebangsaan : Russia
[flagallery gid=4]
Langganan:
Postingan (Atom)